2019 Financial Times - Penghargaan Bisnis Transformasional Perusahaan Keuangan Internasional (Bank Dunia) -

Designed and built with care, filled with creative elements

 

BOOK VIRTUAL TOUR

 

 

MENDAFTAR

 

 

TK

 

 

SD

 

 

SMP

 

 

SMA

 

Top

2019 Financial Times – Penghargaan Bisnis Transformasional Perusahaan Keuangan Internasional (Bank Dunia)

Ditulis oleh Jaspal Sidhu
SIS Group of Schools, Founder and Chairman

Jaspal Sidhu

Dengan berbahagia, saya informasikan  bahwa SIS telah dinominasikan untuk Penghargaan Transformasional 2019 Financial Times / Perusahaan Keuangan Internasional (Bank Dunia) yang bergengsi dalam kategori “Solusi dalam Pendidikan Pengetahuan dan Keterampilan”. Dari lebih dari 90 lembaga pendidikan global yang dinominasikan dari seluruh dunia, SIS sekarang berada di antara 6 teratas. Pemenang akan diumumkan pada pertemuan tahunan FT/IFC (Bank Dunia) para inovator bisnis, pengusaha sosial, penanam modal dan para pemimpin pemikiran lainnya di London pada bulan Juni.

Tentang Penghargaan Transformasional FT/IFC (Bank Dunia)

Penghargaan Transformasional FT / IFC (Bank Dunia) adalah penghargaan global utama yang mengakui perusahaan sektor swasta yang membuat perbedaan dalam mengatasi tantangan pembangunan dan dalam membantu dunia mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs).

Secara khusus, kategori yang mana SIS dinominasikan untuk Penghargaan Transformasional berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4; “Memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil dan mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua.”

Juri dalam penilaian penghargaan ini

Panel juri terdiri dari para pakar dan tokoh dunia terkemuka, termasuk Pilita Clark (Editor Associate, Financial Times), Stephanie Friedeburg (Chief Operating Officer, IFC- Bank Dunia), Darren Welch (Direktur Kebijakan, Departemen Pembangunan Internasional Inggris dan Kalipso Chalkidou (Direktur Kebijakan Kesehatan Global dan Senior Fellow dari Pusat Pengembangan Global).

Apa yang dilakukan oleh SIS sejauh ini hingga memperoleh penghargaan ini?

Kami baru saja menceritakan kisah kami. Kami telah menunjukkan bagaimana kami terus membangun dan memperluas sekolah SIS dengan tingkat harga yang berbeda sambil memastikan hasil pembelajaran yang berkualitas tinggi di semua sekolah kami. Untuk melakukan ini kami harus menyiapkan dokumen pembuktian dari beberapa pertanyaan.

Kami bagikan  beberapa pertanyaan dan jawaban kami di bawah ini:

Entri resmi kami untuk Penghargaan Transformasional FT / IFC (Bank Dunia) 2019

Garis Besar dan Tolok Ukur

Jelaskan masalah yang Anda coba selesaikan, apa solusi Anda dan mengapa solusi itu transformasional. Uraikan secara singkat mengenai pesaing utama dan faktor pembeda utama dari proyek dan transaksi Anda.

Menurunkan biaya kuliah untuk mendorong aksesibilitas berarti melibatkan keluarga dengan pendapatan, norma budaya dan sosial yang berbeda. Sekolah-sekolah ini dan guru-guru lokal mereka juga dibebani dengan anggaran terbatas yang mengakibatkan seringnya akses terbatas ke perkembangan pedagogis sebagaimana yang dinikmati sekolah internasional.

Sekolah dengan anggaran terbatas  cenderung berkolaborasi dengan sekolah anggaran terbatas lainnya. Kami menyebutnya fenomena “Kerja Sama Horisontal”. Hal ini cenderung menciptakan pertukaran gagasan yang minim dampaknya terhadap  lingkungan pengetahuan umumnya. Fenomena Kolaborasi Horizontal sangat mencolok di sektor publik.

Bagaimana jika hal ini bisa mempengaruhi ekosistem  ​​yang berbeda, yang memungkinkan untuk “Kolaborasi Vertikal” dengan sekolah – sekolah yang tingkat biaya / uang sekolahnya bervariasi?

Kisah sukses SIS adalah semua tentang ini.

Terinspirasi oleh praktik terbaik dari sekolah internasional dengan sumber daya paling baik di Jakarta (Indonesia) yang membebankan USD28.000 / tahun pada tahun 1996, kami mendirikan Singapore International School (SIS) setahun kemudian dan mengurangi biaya tersebut menjadi USD14.000 / tahun.

Pada tahun 2004, kami bekerja sama dengan IFC dan mendirikan 3 sekolah untuk komunitas lokal dengan biaya USD7000 / tahun (setengah dari sekolah pertama kami). Dari pembelajaran kami, kami membagi dua biaya itu menjadi USD4000 / tahun dan mendirikan 3 sekolah lagi. Semua Sekolah SIS menggunakan kurikulum Singapura (peringkat nomor satu di dunia berdasarkan peringkat PISA OECD). Perbedaan antara sekolah-sekolah ini terletak pada kegiatan yang ditawarkan setelah jam sekolah, komposisi guru, dan infrastruktur.

Setiap sekolah SIS dengan beragam tingkat uang sekolah, berkolaborasi sepanjang tahun: berbagi ide pedagogis, praktik terbaik, dan menciptakan budaya yang menarik di dalam ekosistem ​​yang unik dan inovatif. Hasilnya sangat fenomenal.

Terinspirasi oleh hal ini, pada 2012 kami memutuskan untuk melangkah lebih jauh  dan mengurangi separuh biaya menjadi USD2000 / tahun untuk mendirikan sekolah lain di negara Muslim terpadat di dunia. Pada 2013, setelah memahami tantangan baru seputar harapan guru dan orang tua dari kelompok pendapatan sosial ini, kami memperkuat struktur manajemen dan pengawasan untuk memperkuat proses Kolaborasi Vertikal.

Hari ini, semua sekolah SIS telah memberikan hasil akademik yang luar biasa dengan tingkat kelulusan yang tinggi dalam ujian internasional. Jumlah pendaftaran hingga saat ini mencapai 3300 siswa dan terus bertambah di kisaran angka dua digit.  Survei iklim pemegang saham menempatkan sekolah SIS sebagai “target investasi yang menarik”. Persaingan sebagian besar berasal dari sekolah-sekolah yang berdiri sendiri, yaitu bersaing dalam hal biaya yang beroperasi secara terpisah.

SIS sekarang meningkatkan sekolah-sekolah berbiaya USD2000 / tahun, dengan mulai menargetkan pada  model sekolah USD1000 / tahun dan USD500 / tahun. Melalui “Kolaborasi Vertikal”, kurikulum apa pun yang baik dapat ditransfer ke negara berkembang, disesuaikan dan dapat diakses oleh berbagai tingkat pendapatan. Kami melakukannya setiap hari.

Pemenang Penghargaan Bisnis Transformasional FT/IFC 2018

Inovasi

Uraikan secara ringkas  fitur-fitur inovatif atau terobosan proyek atau transaksi, termasuk pendekatan model bisnis, inovasi pasar, dan struktur keuangan. Jelaskan pendekatan terhadap keragaman dan inklusi.

Semua Sekolah SIS menawarkan kurikulum internasional. Lingkungan SIS menuntut setiap Sekolah SIS untuk bertahan dengan P&L sendiri, yang timbul dari reputasi lokal dan tim pendidik yang bergabung di dalamnya. Tantangannya adalah menjaga kualitas penawaran. Ini terutama berasal dari guru yang direkrut dari masyarakat setempat.

Model “Kolaborasi Vertikal” kami bertujuan untuk mewujudkan dua aspek. Pertama, memastikan penyebaran budaya SIS secara umum di semua sekolah, menyebarkan rasa bangga dan percaya diri untuk mendorong proses kolaborasi secara keseluruhan. Dua, memastikan semua sekolah dengan level uang sekolah yang beragam  berkolaborasi tanpa henti, memastikan setiap saat bahwa tidak ada sekolah SIS beroperasi secara terpisah.

Salah satu pendekatan inovatif adalah cara kepemimpinan di sekolah SIS berinteraksi satu sama lain. Seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, SIS menciptakan Dewan Kepala Sekolah, sebuah badan konsultatif yang bertemu setiap tiga bulan, diselenggarakan secara bergantian oleh tiap sekolah sebagai tuan rumah. Pada pertemuan-pertemuan ini, masalah-masalah utama pendidikan dan operasional didiskusikan. Pengalaman dibagikan dan masalah diselesaikan menggunakan kebijaksanaan kolektif kelompok. Diskusi dan ide pedagogis disuarakan agar semua pihak  bisa mendapat manfaat. Ketika kepemimpinan Dewan ini diturunkan dari sekolah level atas ke sekolah level bawah, rasa percaya diri berkembang, yang pada gilirannya mengalir pada tim akademik. Guru dalam Grup berkolaborasi melalui penggunaan teknologi.

Tim pengawas dan manajemen pengelola memajukan proses kolaborasi vertikal melalui berbagi praktik terbaik berkesinambungan dengan kepemimpinan sekolah dan departemen. Sistem pengembangan SDM dan profesional di semua sekolah SIS memiliki kesamaan dan tolok ukur perusahaan multinasional terkemuka yang beroperasi di Indonesia. Semua kepala sekolah dan guru memiliki KPI serupa di semua sekolah. Semua Sekolah memiliki sistem umpan balik umum yang memungkinkan intervensi ketika diperlukan. Ada pendekatan umum untuk ide-ide konservasi lingkungan, keragaman di sekitar gender, ras dan agama.

SIS mempraktikkan keanekaragaman budaya dan kesempatan yang setara dalam perekrutan. Stafnya berasal dari 16 negara dari seluruh dunia. Keragaman ini semakin mempertinggi manfaat dari model Kolaborasi Vertikal. Wanita merupakan 59% dari total tenaga kerjanya dan mereka terdiri dari 66% dari total tim akademik. Survei iklim pemangku kepentingan menempatkan sekolah SIS sebagai “tempat yang tepat” bagi para guru, orang tua dan siswa. Pergantian guru SIS mencapai 16,56% yang rendah dibandingkan dengan data Dewan Sekolah Regional Asia Timur (EARCOS) yang kisaran turnovernya adalah 20% -50% untuk sekolah-sekolah anggotanya.

SIS Medan

Dampak

Uraian secara ringkas dampak dan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi utama yang telah disediakan oleh transaksi proyektor sejak diluncurkan, termasuk perkiraan jumlah dan jenis penerima manfaat.

Dampak dari ekosistem SIS yang mendorong Kolaborasi Vertikal terdapat pada 5 bidang:

Pertama – sekolah SIS memimpin inisiatif Kemitraan Pemerintah-Swasta di mana pun mereka didirikan. Sekolah SIS harga menengah dan terbatas membuka pintu dengan bebas untuk sekolah umum dan mempersilahkan mereka datang, mengamati dan belajar. Intinya, SIS melakukan  transfer praktik terbaik agar sampai pada sekolah-sekolah nasional. Sekolah SIS juga merupakan pusat magang dari lembaga pelatihan guru negeri dan swasta. Dalam 3 tahun terakhir, dua puluh pekerja magang telah mendapatkan manfaat langsung dengan menjadi bagian ekosistem SIS. Belum lagi ratusan guru, siswa, dan administrator dari lembaga publik yang telah berinteraksi dengan karyawan  sepanjang tahun berdirinya SIS.

Kedua – Saat sekolah SIS berkembang dalam ekosistem, masing-masing akan menyediakan lapangan kerja bagi komunitas lokal di mana sekolah tersebut didirikan. Saat ini, SIS mempekerjakan lebih dari 602 orang Indonesia yang merupakan hampir 70% dari total tenaga kerja kami saat ini.

Ketiga – Banyak orang Indonesia, di masa lalu, pindah ke Jakarta (ibukota Indonesia) dan bahkan ke Singapura demi pendidikan yang berkualitas. Adanya sekolah-sekolah yang mengacu pada pola pendidikan Singapura yang berkualitas dan terjangkau di banyak tempat di Indonesia menjadi sebuah alternatif. Biaya terendah untuk satu anak asing untuk menyelesaikan seluruh perjalanan K-12 mereka di Singapura hari ini adalah sekitar USD100.000! Menurut perkiraan kami ada sekitar 10% dari 90.000 siswa dan profesional Indonesia di Singapura hari ini, di sekolah K-12 di pulau itu. Pembentukan sekolah SIS melihat sejumlah keluarga Indonesia yang masih berdomisili di Indonesia.

Keempat – keberadaan sekolah SIS dengan tingkat uang sekolah yang beragam di kota-kota menjaga keluarga bersama. Tanpa sekolah yang berkualitas dan terjangkau seperti SIS, banyak dari keluarga ini harus tinggal terpisah  ketika pindah ke Jakarta, dan hal ini turut berperan menyebabkan semakin tercemarnya ibu kota.

Kelima – SIS berperan aktif dalam pengambilan kebijakan publik. Manajemen SIS sering diminta untuk duduk dalam pertemuan oleh Departemen Pendidikan di tingkat provinsi dan pusat, di mana SIS berbagi pandangan dalam sektor pendidikan yang terus berubah. Pendiri SIS kerap diundang berbicara dalam acara-acara lokal dan internasional, seperti baru-baru ini di Konferensi Pendidikan IFC di Cape Town dan Forum Ekonomi Indonesia. Beliau berinteraksi dengan Politisi, CEOS dan Pemerintah Indonesia serta sering berbagi pandangan tentang praktik terbaik dalam pendidikan dan dalam proses membantu menyusunnya. Manajemen SIS juga aktif berpartisipasi dalam organisasi seperti ‘SPK’, satu-satunya organisasi yang mengayomi  sekolah swasta di Indonesia.

SIS Bona Vista

Skalabilitas, Replikabilitas, dan Keberlanjutan Keuangan

Uraikan secara ringkas  prospek skalabilitas proyek atau transaksi Anda dan potensi replikasi lokal atau global, dengan menyebutkan segala hambatan utama, yang telah atau perlu diatasi. Fokus pada hal-hal yang sifatnya mendesak agar dapat membawa skala proyek atau transaksi. Berikan metrik dan tren utama yang menjadikan atau akan menjadikan proyek atau transaksi layak secara finansial dan dalam jangka waktu yang mana.

Tesis yang ingin dibuktikan oleh SIS adalah bahwa melalui “Kolaborasi Vertikal Sekolah”, kurikulum baik apa pun dapat ditransfer ke negara berkembang, disesuaikan dan dapat diakses oleh berbagai tingkat pendapatan. Kami percaya kami telah membuktikan ini.

Tahap ekspansi kami berikutnya akan dimulai dengan sekolah dengan anggaran terbatas  SIS lain yang membebankan biaya USD2000 / tahun, didirikan di kota Tier B (di luar Jakarta). Sekolah itu akan diaktifkan dalam ekosistem Kolaborasi Vertikal SIS yang telah mapan. Kami percaya kami setidaknya dapat meningkatkan skala ini menjadi setidaknya 10 dalam 3 tahun ke depan, semua berkolaborasi secara vertikal dengan Sekolah SIS di atas tangga biaya pendidikan. Dengan pengalaman “Kolaborasi Vertikal Sekolah” di belakang kami, panggung akan ditetapkan untuk membagi dua biaya itu menjadi USD1000 / tahun dan kami akan mendorong taruhan untuk membagi dua biaya itu menjadi USD500 / tahun dan membangun sekolah di kota-kota kecil. Mereka semua akan memiliki kurikulum yang sama dengan perbedaan terletak pada penawaran setelah sekolah, kewarganegaraan guru (semua orang Indonesia) dan infrastruktur sekolah.

Di atas sekolah-sekolah ini akan ada badan pengawasan dan manajemen dukungan regional yang lebih kecil yang akan mengkoordinasikan dan memajukan proses Kolaborasi Vertikal. Anggota badan-badan ini sendiri akan berkolaborasi secara vertikal dengan bagian-bagiannya dari atas tangga biaya pendidikan. Akan ada pendekatan umum untuk ide, keragaman di sekitar gender, ras dan agama. Inti dari proses Kolaborasi Vertikal akan tetap seperti apa yang dicapai hari ini; Menciptakan budaya SIS umum di semua sekolah di manapun mereka berada di tangga biaya pendidikan, menyebarkan rasa kebanggaan dan kepercayaan diri bersama, menciptakan suasana untuk berbagi tanpa henti tangga naik dan turun dari biaya sekolah dan memastikan setiap saat bahwa tidak ada sekolah SIS beroperasi secara terpisah.

SIS mengharapkan tingkat pengawasan yang lebih tinggi akan datang dari otoritas lokal. Dan di sinilah peran kemitraan publik-swasta dari Sekolah SIS akan direplikasi. Sekolah-sekolah ini akan membuka pintu mereka dengan bebas ke sekolah-sekolah umum untuk memungkinkan mereka datang, mengamati dan belajar. Mereka juga akan terus menjadi pusat magang dari lembaga pelatihan guru publik.

Kami berharap sekolah-sekolah ini akan berdampak sama seperti Sekolah SIS lainnya saat ini saat mereka mencapai kota-kota berpenghasilan menengah dan lebih rendah, menjaga keluarga yang bercita-cita tinggi bersama dan menggerakkan ekonomi regional. Sekolah-sekolah ini juga akan berkolaborasi untuk mengambil ide-ide di balik konsep-konsep desain dari filosofi sekolah hijau SIS dalam perjalanan kami untuk mendapatkan sertifikasi EDGE (IFC).

SIS Kelapa Gading

Aspirasi dan Komentar Lain

Di mana Anda ingin proyek atau transaksi Anda dalam 5-10 tahun dalam hal skala dan dampak, dan langkah-langkah apa yang diperlukan untuk mencapai tingkat itu? Ada komentar lain yang ingin Anda bagikan dengan kami?

Keinginan kami adalah untuk melihat sekolah-sekolah negeri di negara-negara berkembang tanpa henti berkolaborasi secara vertikal dengan sekolah-sekolah swasta, tanpa hambatan sosial dan budaya. Sukses bagi kami berarti sistem-eko yang memungkinkan perubahan budaya dan di mana perkembangan pedagogis dan gagasan pendidikan dapat mengalir naik turun tangga biaya kuliah untuk kepentingan anak muda Indonesia yang menghadapi abad ke-21 yang sangat sulit diprediksi dan menantang.

Dalam 10 tahun, SIS melihat dirinya membangun setidaknya 10 USD2000 / tahun sekolah di 10 propinsi utama Indonesia, dengan 5 USD1000 / tahun sekolah berkolaborasi secara vertikal ke atas dengan masing-masing dari 10. Kemudian menuruni tangga biaya pendidikan, kita melihat setidaknya 3 Sekolah-sekolah USD500 / tahun di kota-kota bekerja sama dengan masing-masing sekolah USD1000 / tahun. Dicolokkan ke dalam sistem akan menjadi sekolah umum. Berpotensi 500.000 siswa Indonesia dapat memanfaatkan sistem ini.

Setelah menurunkan biaya kami dari USD17.000 / tahun menjadi USD2000 / tahun, langkah selanjutnya adalah SIS menyempurnakan fine branding, model keuangan dan desain infrastruktur untuk penskalaan langsung dan aktif. Indonesia berada di anak tangga terbawah peringkat sekolah PISA OECD dan saat ini sebagian besar orang Indonesia berada di sekolah negeri atau sekolah anggaran.

Eco-system Kolaborasi Vertikal yang berhasil dari SIS harus menjadi jawabannya.

https://transformationalbusinessawards.awardstage.com/