{"id":8060,"date":"2019-09-13T10:13:54","date_gmt":"2019-09-13T10:13:54","guid":{"rendered":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/2019\/09\/13\/12-reasons-why-project-based-learning-is-better-than-traditional-learning\/"},"modified":"2021-06-21T05:05:50","modified_gmt":"2021-06-21T05:05:50","slug":"12-alasan-mengapa-pembelajaran-berbasis-proyek-lebih-baik-daripada-pembelajaran-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/id\/blog\/12-alasan-mengapa-pembelajaran-berbasis-proyek-lebih-baik-daripada-pembelajaran-tradisional\/","title":{"rendered":"12 Alasan mengapa Pembelajaran Berbasis Proyek Lebih Baik daripada Pembelajaran Tradisional"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Ditulis oleh Lenard Murray<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Executive Head of Schools<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7365\" src=\"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/11\/Mr.Len1_-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/11\/Mr.Len1_-300x300.png 300w, https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/11\/Mr.Len1_-150x150.png 150w, https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/11\/Mr.Len1_-768x768.png 768w, https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/11\/Mr.Len1_-550x550.png 550w, https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/11\/Mr.Len1_.png 795w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Jika kita mengajar siswa hari ini seperti yang kita ajarkan kemarin, kita merampok masa depan mereka.<\/span><\/strong><br \/>\n<strong><span style=\"color: #000000;\">&#8211; John Dewey, Teachers College, Universitas Columbia<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di SIS Semarang kami menggunakan Kurikulum Cambridge dari Sekolah Dasar kelas 3 sampai Sekolah MenengahAtas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa minggu sebelumnya saya menulis tentang &#8220;Mengapa Cambridge?&#8221; dan menjelaskan bahwa Cambridge memiliki jalur terpandu yang memastikan perkembangan alami dari satu tahap pendidikan ke tahap lainnya. Cambridge adalah program terpercaya dan sangat menantang tetapi dianggap sebagai program berbasis penilaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah melalui proses pertimbangan yang matang Kepala Sekolah dari semua sekolah SIS memutuskan untuk memasukan kurikulum Cambridge untuk menjadi lebih bagus lagi, dengan menjalin &#8216;pembelajaran berbasis proyek&#8217;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam belajar dan setiap anak memiliki keunikan di dalamnya. Tugas kehidupan nyata atau tugas simulasi, memicu keingintahuan dan pertanyaan, serta memberikan kesempatan kepada pelajar untuk terhubung langsung dengan dunia nyata. Ini melibatkan semua indera dan memungkinkan siswa untuk menciptakan hasil yang bermakna, berguna dan bersama. Ini juga mengembangkan kemampuan anak untuk bekerja dengan teman sebayanya, membangun kerja tim dan keterampilan kelompok. Untuk mempersonalisasi pembelajaran lebih lanjut, hak ini membuat guru memilikikesempatan yang lebih baik untuk belajar tentang setiap anak dan berkomunikasi secara progresif berbagai masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah pelaksanaan satu tugas pembelajaran berbasis proyek setiap semester, kami dapat merekonstruksi sistem penilaian kami menjadi Ujian 40%, Tugas Semester 30% (proyek), 20% Tugas Kelas dan 10% Upaya dan Partisipasi. Hasilnya adalah penilaian seimbang yang dapat mengukur kemampuan penuh siswa dengan lebih baik. Harap dicatat bahwa siswa kami akan terus melakukan IDP (Proyek Interdisipliner) setiap tahun akademik juga. Proyek Interdisipliner adalah proyek di mana siswa harus menghubungkan lebih dari satu cabang pengetahuan dan menggabungkan disiplin ilmu ini ke dalam satu kegiatan, memahami bagaimana mereka berhubungan satu sama lain. Idan menciptakan pemikiran lintas mata pelajaran<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Program yang seimbang dan sistem penilaian memastikan bahwa siswa dapat mengembangkan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah yang dibutuhkan dan dipersiapkan secara kompeten untuk ujian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk informasi lebih lanjut tentang pembelajaran proyek, silakan baca <strong>12 Alasan Mengapa Pembelajaran Berbasis Proyek Lebih Baik Daripada Pembelajaran Kelas Tradisional<\/strong><\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/elearningindustry.com\/project-based-learning-better-traditional-classroom\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/elearningindustry.com\/project-based-learning-better-traditional-classroom<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa minggu sebelumnya saya menulis tentang &#8220;Mengapa Cambridge?&#8221; dan menjelaskan bahwa Cambridge memiliki jalur terpandu yang memastikan perkembangan alami dari satu tahap pendidikan ke tahap lainnya. Cambridge adalah program terpercaya dan sangat menantang tetapi dianggap sebagai program berbasis penilaian.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8061,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_relevanssi_hide_post":"","_relevanssi_pin_for_all":"","_relevanssi_pin_keywords":"","_relevanssi_unpin_keywords":"","_relevanssi_related_keywords":"","_relevanssi_related_include_ids":"","_relevanssi_related_exclude_ids":"","_relevanssi_related_no_append":"","_relevanssi_related_not_related":"","_relevanssi_related_posts":"","_relevanssi_noindex_reason":"","footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[95,96,70],"tags":[],"class_list":["post-8060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-education-id","category-faculty-admin-writing-id","category-sis-semarang-blog"],"wps_subtitle":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8060"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8704,"href":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8060\/revisions\/8704"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sisschools.org\/sis-semarang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}