Membangun Masa Depan yang Skalabel dan Berkelanjutan: Bagaimana SIS & Inspirasi Schools Mendefinisikan Ulang Keunggulan Pendidikan yang Terjangkau

Singapura, Oktober 2025 — Dalam acara bergengsi EdTech Asia Summit yang diselenggarakan di Singapura, para pemimpin pendidikan, investor, dan pembuat kebijakan dari seluruh Asia berkumpul untuk membahas bagaimana inovasi dapat memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas.
Salah satu sesi yang paling dinantikan berjudul “Capital and Curriculum: Strategies for Access and Affordability”, menampilkan Bapak Jaspal Sidhu, Pendiri SIS dan Inspirasi Group of Schools, yang membagikan bagaimana kelompok sekolah yang dipimpinnya berhasil membangun salah satu model pendidikan paling skalabel dan berkelanjutan di kawasan ini.
Keunggulan yang Terjangkau: Membuka Akses Pendidikan Kelas Dunia
Bapak Jaspal menjelaskan misi utama kelompok ini yaitu Affordable Excellence, sebuah visi untuk menghadirkan pendidikan kelas dunia yang dapat diakses oleh keluarga di kota besar maupun berkembang, tanpa mengorbankan kualitas hasil belajar.
“Kami membawa sistem pendidikan Singapura, yang diakui sebagai peringkat nomor satu di dunia, ke negara berkembang termasuk Indonesia melalui model yang menggabungkan ketelitian, relevansi, dan keterjangkauan,” ujarnya.
Model Half Fees: Inklusi Melalui Inovasi
Inovasi utama dari kelompok ini adalah model Half Fees yang meraih penghargaan dari World Bank Group, di mana biaya sekolah dikurangi setengah setiap kali kelompok membuka sekolah di kota baru. Pendekatan ini memastikan inklusi dan dampak nyata, sekaligus menjaga standar kualitas yang tinggi.
Teknologi juga memegang peranan penting dengan menghubungkan seluruh kampus SIS dan Inspirasi di Indonesia melalui ekosistem digital bersama, yang memungkinkan kolaborasi tanpa batas dan konsistensi kurikulum di seluruh jaringan sekolah.
Model EFFECTOR: Mendefinisikan Ulang Pengembangan Guru
Bapak Jaspal juga memperkenalkan model EFFECTOR, sebuah kerangka pengembangan guru berbasis riset yang dikembangkan bersama Deloitte Singapore.
Model ini terinspirasi dari praktik sumber daya manusia di 25 perusahaan global terkemuka dan menetapkan delapan atribut utama, termasuk Humour dan Open-mindedness, yang meningkatkan efektivitas guru serta keterlibatan siswa di kelas.
“Temuan terbesar kami sederhana: rekrut berdasarkan sikap, latih untuk keterampilan,” jelasnya. “Di kota-kota kecil, guru berasal dari komunitas tempat mereka mengajar, sehingga motivasi mereka sangat personal dan bermakna.”

Pengakuan Global dari Cambridge dan World Bank
Selain penghargaan dari World Bank Group atas kontribusinya dalam transformasi pendidikan, Cambridge University Press and Assessment baru-baru ini juga mengakui SIS dan Inspirasi Schools sebagai tolok ukur global baru untuk pendidikan internasional berkualitas.
Studi independen mereka menyoroti kemampuan kelompok ini dalam menyeimbangkan ketelitian akademik, kesejahteraan siswa, dan keterjangkauan, membuktikan bahwa keunggulan dapat berjalan seiring dengan inklusivitas.
Kebijakan Pendidikan Indonesia Mendorong Inovasi
Bapak Jaspal menegaskan bahwa dukungan kebijakan pemerintah Indonesia berperan besar dalam kesuksesan kelompok ini.
Desentralisasi pendidikan dan filosofi Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk berinovasi, menggabungkan praktik terbaik internasional dengan nilai dan prioritas lokal.
“Kebijakan bukan menjadi hambatan, tetapi justru katalis,” ujarnya. “Kebijakan ini mendorong kami untuk lebih transparan, inklusif, dan relevan secara lokal, menjadikan model kami skalabel dan berkelanjutan.”

Kolaborasi untuk Masa Depan Pendidikan Terjangkau
Dalam penutupnya, Bapak Jaspal menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan filantropi untuk menjaga dampak pendidikan dalam jangka panjang.
“Pendidikan tidak bisa bergantung pada satu sumber pendanaan. Gelombang berikutnya dari keterjangkauan akan didorong oleh blended capital, di mana tujuan sosial selaras dengan kebijakan dan investasi swasta,” jelasnya.
SIS dan Inspirasi: Studi Kasus Inovasi Inklusif
EdTech Asia Summit 2025 menegaskan reputasi SIS dan Inspirasi Schools sebagai studi kasus global dalam inovasi pendidikan yang inklusif.
Perjalanan mereka menunjukkan bahwa kualitas dan keterjangkauan bukanlah dua hal yang bertentangan, tetapi justru berjalan berdampingan ketika dirancang dengan tujuan yang jelas, membentuk masa depan pendidikan yang lebih adil di Asia dan dunia.
Kunjungi sisschools.org/id/academics/ untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana kami membangun pengalaman belajar yang berstandar internasional dan relevan dengan kebutuhan masa depan.