Kerja Keras, Disiplin, dan Sekolah yang Mendukung Impianku

Pelatih bola basket NBA yang terkenal dan presiden tim Miami Heat Pat Riley percaya bahwa “keunggulan adalah hasil bertahap dari usaha untuk selalu menjadi lebih baik,” dan tidak mengherankan jika alumni SIS Medan Calvin Andreas Hutomo memiliki keyakinan yang sama.
Perjalanan Calvin di SIS Medan dimulai dengan impian dan cita-cita ibunya agar anak-anaknya mengalami hal-hal yang lebih besar dan lebih baik dalam hidup. “Ibu saya merasa perlu menemukan sekolah dengan lingkungan belajar yang lebih mendukung bagi saya,” kenang Calvin.
Maka ketika SIS Medan dibuka pada tahun 2003, ibunya langsung mendaftarkan Calvin ke taman kanak-kanak dengan harapan anaknya akan menerima pendidikan berstandar internasional yang sangat ia inginkan untuk Calvin dan saudara-saudaranya, menjadikan Calvin salah satu dari sepuluh siswa pertama di sekolah itu, yang juga merupakan lembaga pembelajaran internasional pertama yang menerima anak-anak lokal.
Tahun-tahun awal Calvin di SIS Medan penuh tantangan. “Saya ingin mengakui bahwa saya tidak dilahirkan sebagai anak yang pintar. Ketika saya kecil, saya mengalami kesulitan dalam menghadapi pelajaran yang diajarkan di sekolah, terutama matematika. ”
Calvin melihat tantangannya sebagai peluang untuk menjadi siswa yang lebih baik, dan itu memotivasinya untuk meraih lebih banyak. “Bersama SIS, saya memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan saya. Kami tidak hanya belajar melalui studi akademis, para guru juga berbagi pengalaman hidup dan pengetahuan umum lainnya. Saya merasakan kedekatan sejati dengan guru saya. Saya sangat menghormati mereka. Satu hal yang saya kagumi dari guru saya di SIS adalah saya selalu dapat meminta bantuan mereka ketika menghadapi kesulitan, bahkan ketika di luar jam sekolah. ”
Calvin tidak hanya tumbuh secara akademis, tetapi juga berkembang menjadi individu yang lebih penuh kasih, perhatian, dan dewasa. “SIS sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter saya. Kami sering mengunjungi panti asuhan untuk mengajar anak-anak bahasa Inggris dan mendongeng. Kami merayakan Hari Buruh untuk memberikan apresiasi kepada penjaga keamanan, petugas kebersihan, dan anggota staf lain yang bekerja untuk sekolah. Kami diajari untuk menghormati sesama manusia dengan setara. “
Calvin lulus dari Junior College 2 (Kelas 12 SMA) SIS Medan pada bulan Juni 2016. Sebagai bagian dari standar proses kelulusan, sekolah membantunya dalam memberikan rekomendasi dan proses pendaftaran universitas. Dengan sistem pendukung yang sehat, kurikulum yang sangat baik, dan bimbingan dari para guru, ia menerima beasiswa penuh dari KAIST di Korea Selatan, sekolah terbaik untuk teknik. Calvin juga memperoleh beasiswa lain dari universitas Hong Kong.
Satu hal yang jelas bagi Calvin: ia bersyukur telah menjadi bagian dari SIS Medan. “Menurut saya SIS Medan adalah sekolah yang bagus, dan saya sangat bangga menjadi bagian dari institusi yang menjunjung tinggi inovasi dan peningkatan standar kualitas dalam perkembangan pendidikan internasional.”