Membuat Koneksi

Teknologi Memberdayakan Kita Untuk Mempertahankan Hubungan Dari Jarak Fisik Yang Jauh.
Pandemi ini seperti ketapel bagi adopsi teknologi: bagi bisnis, bagi sekolah, dan bagi keluarga yang berupaya untuk tetap berhubungan. Meskipun sering kali hal ini tidak bisa menggantikan berkumpul bersama sambil makan atau sekedar minum kopi untuk ngobrol sambil bertatap muka, kita sering kali menganggap remeh teknologi komunikasi modern saat ini.
“Saya berbicara dengan kakek saya melalui WhatsApp, Zoom, atau VR sekitar dua kali seminggu. Ini tidak sama dengan saat kami jalan-jalan di musim panas,” kata Justin McClure, siswa SIS Jakarta Selatan berusia 10 tahun. “Kami senang nongkrong di pertaniannya dan membangun sesuatu saat liburan musim panas.” Namun antara Justin yang tinggal di Jakarta, Indonesia, dan kakeknya yang tinggal di kota kecil di Ontario, Kanada, terdapat jarak hampir 16.000 km. “Kami beruntung memiliki Zoom dan VR terutama selama pandemi ini,” katanya.
Keduanya tetap berhubungan karena mereka memiliki ikatan khusus yang dibangun selama liburan musim panas secara tatap muka, jelas Justin. Namun menurutnya itu masih sulit. “Kamu melewatkan semua hal kecil. Bermain pertarungan, pelajaran tinju, api unggun, membuat barang di tokonya.”
Meskipun Zoom dan Skype dirancang untuk digunakan oleh pelancong bisnis, Justin merasa teknologi ini juga memungkinkan dia menjaga hubungannya dengan kakeknya. Dan perasaan itu saling menguntungkan. Kakeknya, Ron, berkata, “Akan lebih mudah jika tidak perlu mengkhawatirkan tarif telepon,” katanya. “Dulu saya pikir saya akan puas berbicara dengan anak-anak saya melalui telepon, tapi sekarang kami punya video, sungguh menyenangkan melihat mereka. Dan bersama cucu-cucu saya, sangat menyenangkan bisa melihat wajah mereka, melihat mereka bertambah tinggi, mendengar mereka memainkan alat musik dan bahkan bermain video game bersama mereka. Justin selalu menunjukkan kepada saya dunia baru dan permainan baru di VR. Internet selalu ada untuk mereka, jadi hanya saya yang perlu beradaptasi.”
Tentu saja, teknologi lebih dari sekedar cara untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman. Teknologi juga telah meningkatkan komunikasi antar rekan kerja — tidak hanya bagi mereka yang bekerja dari kota atau negara berbeda, namun bahkan bagi mereka yang bekerja berdampingan di kantor.
“Senang sekali bisa menyelesaikan pekerjaan hanya dengan satu klik mouse,” kata ayah Justin, Ryan McClure. “Dan saya senang tim saya bahkan dapat mengerjakan proyek kecil bersama-sama dari jarak jauh.”
Ryan dan karyawan agensi digitalnya sudah lebih dari setahun tidak berkumpul di kantor. Tapi itu bukan hal baru bagi mereka. Jauh sebelum Covid-19 melanda dan lockdown dimulai, tim Ryan menghemat waktu perjalanan dan kerumitan lalu lintas Jakarta dengan mempelajari cara bekerja dari jarak jauh. Bahkan ada yang kini tinggal di kota dan negara lain. “Kami masing-masing memiliki ruang digital masing-masing dan dapat berbagi file dengan mudah: kami juga dapat saling membantu sesuai kebutuhan baik melalui panggilan web atau panggilan konferensi video. Satu-satunya perbedaan sejak pandemi melanda adalah sekarang semua klien kami menggunakan alat-alat ini, juga. Daripada berkendara ke dan dari kantor kita bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk berolahraga atau bersantai bersama keluarga.”
Wajar jika anak ingin bersama untuk bersosialisasi. Ini adalah bagian penting dari pertumbuhan sebagai manusia karena kita semua adalah makhluk sosial. Oleh karena itu, memasuki tahun berikutnya Pembelajaran Jarak Jauh, SIS Group of Schools mengeksplorasi lebih banyak cara untuk bersosialisasi dengan menggunakan berbagai bentuk “edutech”. Meskipun VR mungkin tidak terdengar seperti pengganti sempurna untuk perjalanan kelas, Virtual Reality dan platform AltSpaceVR izinkan anak-anak untuk berkumpul dan mengobrol santai – di luar kelas Zoom. Hal ini memungkinkan teman dekat melakukan percakapan pribadi dan siswa baru mengembangkan hubungan 1 lawan 1, bermain game pikap, dan aktivitas lain yang tidak dapat dilakukan di Zoom. Sembari bersosialisasi dengan alat-alat ini, mereka juga menjadi akrab dengan alat-alat yang kini harus digunakan oleh dunia kerja.
Meskipun kita semua menantikan perjalanan kelas ke taman rekreasi air, penting untuk bersyukur atas teknologi yang kita miliki sekarang yang memungkinkan kita menjaga hubungan meskipun letaknya sangat jauh. Kita mungkin melakukan “jarak sosial” dengan tubuh kita, namun berkat teknologi modern, tidak ada alasan untuk tidak bersosialisasi!