Mengelola Akses Anak ke Teknologi di Saat Indonesia Bergerak Lebih Cepat ke Arah Daring
Ditulis oleh Andrew Paterson
SIS Group of Schools, Director of Schools

Semakin banyak anak muda di seluruh dunia memiliki akses penuh ke perangkat seperti smartphones, tablets dan laptops kapanpun mereka inginkan. Perangkat ini dapat menjadi alat pendidikan yang efektif untuk belajar dan bekerja sama, namun banyak batasan yang telah diterapkan oleh beberapa keluarga dan sekolah.
Kesetaraan
Tingkat akses yang berbeda oleh siswa dari latar belakang sosial ekonomi yang berbeda menjadi perhatian besar di banyak komunitas. Sekolah mungkin mengatasinya dengan menyediakan laptop tetapi hal ini mungkin akan sia-sia jika itu menggandakan apa yang sudah dimiliki sebagian besar siswa. Banyak sekolah di Indonesia yang membutuhkan dukungan lebih untuk memastikan mendapatkan akses tersebut, tetapi bagaimanapun cara kita menyiapkannya, sudah saatnya kita semua menyadari bahwa akses ke teknologi untuk belajar bukan lagi sesuatu yang mewah. Bahkan di negara berkembang, akses baik ke Internet dan beberapa jenis perangkat di sekolah dianggap sama pentingnya dengan memiliki perpustakaan, laboratorium sains, atau taman bermain. Jika beberapa siswa memiliki akses ke perangkat untuk belajar sejak Taman Kanak-kanak tetapi siswa lain hanya mendapatkan akses sejak Sekolah Menengah Pertama, maka mereka yang memiliki akses lebih awal memiliki keuntungan belajar yang lebih banyak.

Waktu Menatap Layar dan Keseimbangan
Kekhawatiran mengenai waktu menatap layar termasuk dampaknya pada mata, risiko kecanduan perangkat dan/atau potensi hilangnya interaksi sosial secara fisik dan aktivitas yang mungkin digantikan oleh perangkat. Sebuah artikel menarik tentang risiko kesehatan dan cara mengatasinya dapat dilihat di tautan ini. Seperti banyaknya hal dalam hidup, keseimbangan adalah kunci menghindari dampak paling negatif. Artikel bagus tentang apa yang dapat dilakukan orangtua untuk menyediakan keseimbangan ada di tautan ini. Jika Anda pernah membiarkan anak Anda bepergian dengan mobil atau pergi ke pusat perbelanjaan atau ke rumah teman, maka Anda mengetahui risiko harus diseimbangi dengan perlunya memberikan kebebasan kepada kaum muda untuk hidup dan tumbuh bertanggung jawab di bawah bimbingan. Penggunaan teknologi tidaklah berbeda.
Bahaya Internet
Melindungi kaum muda dari paparan predator dan situs yang tidak sesuai usia memerlukan berbagai strategi untuk meminimalkan risiko. Anda tidak akan bisa menghilangkan semua risiko kecuali Anda tidak pernah membiarkan anak Anda lepas dari pandangan Anda. Perangkat lunak atau perangkat keras parental control bisa sangat membantu tetapi tidak sempurna jika anak Anda termotivasi untuk mencari jalan keluarnya. Aturan tentang mengakses Internet hanya pada waktu tertentu dengan pintu terbuka dan menyimpan perangkat di area umum rumah juga baik tetapi tidak selalu aman. Berbicara dengan anak-anak Anda tentang potensi bahaya dan konsekuensinya serta dengan siapa mereka boleh atau tidak boleh berinteraksi secara online sangat penting, tetapi tidak sempurna.
Daftarkan anak Anda ke sekolah di mana perangkat digunakan secara positif dan siswa terinspirasi untuk menggunakannya untuk belajar sambil diajari tentang keamanan, privasi, dan tanggung jawab Internet. Hal ini penting untuk mendukung usaha yang Anda lakukan di rumah. Kombinasi berbagai strategi akan meminimalkan risiko yang timbul daripada dilarang total. Larangan dapat membahayakan proses pembelajaran dan interaksi sosial anak Anda dan gagal mempersiapkan mereka untuk dunia nyata yang akan mereka hadapi.