SIS Singapore Intercultural School — Best International School/Educational InstitutionBagaimana Covid-19 Mengubah Pendidikan di Indonesia? - SIS Singapore Intercultural School — Best International School/Educational Institution

Designed and built with care, filled with creative elements

 

MENDAFTAR

 

 

TK

 

 

SD

 

 

SMP

 

 

SMA

 

Top

Bagaimana Covid-19 Mengubah Pendidikan di Indonesia?

Ditulis oleh Andrew Paterson
SIS Group of Schools, Director of Schools

andrew paterson

Sementara kita semua berharap pada new normal di mana para siswa dapat kembali bersekolah untuk belajar dan berinteraksi secara sosial, Covid-19 akan mendorong perubahan jangka panjang.

Aspek keamanan

Banyak sekolah akan mempertahankan beberapa aspek keamanan seperti pemeriksaan suhu tubuh, rajin mencuci tangan dan sirkulasi udara di ruang kelas. Hal ini tidak akan menjadi pandemi terakhir! Telah lewat masanya di mana para siswa atau guru dapat datang ke sekolah dengan suhu tubuh sedang atau tanda-tanda lain dimana mereka mungkin berpotensi menularkan.

Pembelajaran Sosial dan Emosional

Sekarang kita semua telah diingatkan bahwa pembelajaran sosial dan emosional adalah bagian penting dari apa yang disediakan sekolah. Hal ini tidak diragukan lagi akan tetap menjadi fokus yang terus ditingkatkan oleh sekolah karena sekolah mengambil pendekatan yang lebih intens untuk kesejahteraan. Mereka akan lebih memanfaatkan kesempatan bagi siswa untuk berefleksi dan berbagi dengan teman dan guru mereka serta membantu mereka mengarahkan interaksi sosial.

anak belajar

Penggunaan Teknologi untuk Pembelajaran

Teknologi telah digunakan selama pembelajaran jarak jauh untuk memungkinkan para siswa berinteraksi dengan guru dan satu sama lain pada waktu yang berbeda sepanjang hari. Telah terbukti memungkinkan para siswa untuk belajar tanpa kehadiran guru secara fisik di depan kelas. Kemampuan untuk mengirimkan berbagai materi pembelajaran kepada siswa secara online merupakan alat yang penting bagi para guru. Yang lebih menakjubkan adalah kemampuan siswa untuk mengirim pesan kepada guru dan rekan mereka dalam proses keterlibatan mereka dalam tugas-tugas tersebut, mengirimkannya dan kemudian membaca atau mendengarkan umpan balik. Hal ini mempersiapkan siswa dalam meningkatkan jumlah keterampilan belajar mandiri yang nantinya diharapkan di universitas dan yang akan menjadi semakin penting di lingkungan kerja di dekade yang akan datang. Hal ini akan mengubah selamanya cara tugas dan pekerjaan rumah disampaikan dan dipantau dan dapat mengurangi tingkat kegagalan universitas dari siswa yang sebelumnya mungkin tidak mengembangkan pendekatan tersebut untuk belajar di sekolah.

Akan menjadi tragedi jika momentum ini tidak dipertahankan! Ini berarti lebih banyak penggunaan perangkat seperti laptop dan tablet untuk belajar – baik di sekolah maupun di rumah. Kita harus menjaga cara yang lebih efektif ini agar guru dapat berbagi informasi, tugas, dan umpan balik dengan siswa mereka dan menanggapi pertanyaan siswa. Teknologi melengkapi dan membuat lebih efisien apa yang terjadi di ruang kelas fisik. Tidak lama lagi, platform ini akan menggunakan realitas virtual. Menggunakan teknologi seperti ini adalah satu-satunya cara agar sekolah dapat menyampaikan peningkatan jumlah dan keragaman konten pembelajaran yang diharapkan dari mereka setiap tahun.

Penggunaan teknologi yang lebih besar menimbulkan masalah kesetaraan, waktu menatap layar, kecanduan teknologi dan perlindungan anak yang saya bahas di pos lain pada tautan disini: Mengelola Akses Anak ke Teknologi di Saat Indonesia Bergerak Lebih Cepat ke Arah Daring.