Raffles Institution dan SIS Group of Schools Menjalin Kerja Sama Pendidikan Lintas Negara
Dalam upaya memperkuat hubungan pendidikan lintas negara, Raffles Institution dan Singapore Intercultural School (SIS) Group of Schools resmi memulai babak baru kolaborasi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Kerja Sama antara Raffles Institution dan SIS Group of Schools
Penandatanganan MoU dilakukan secara resmi di Raffles Institution oleh Aaron Loh, Kepala Sekolah Raffles Institution, dan Jaspal Sidhu, Pendiri dan Ketua SIS Group of Schools. Kerja sama ini menandai komitmen baru dalam memperkuat koneksi regional, termasuk rencana untuk memulai program pertukaran bagi siswa dan staf dari kedua institusi.
Salah satu sorotan dari kolaborasi ini adalah program pengenalan budaya Indonesia yang dirancang khusus untuk siswa Year 4 dari Raffles Institution, yang akan dilaksanakan pada bulan September 2025. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung tentang budaya, masyarakat, dan lingkungan pendidikan di Indonesia, serta menjembatani pembelajaran di kelas dengan pemahaman dunia nyata.

Sejarah Panjang Kolaborasi dan Visi yang Sama
Kerja sama ini memiliki makna khusus mengingat hubungan historis yang telah terjalin antara kedua institusi. Jaspal Sidhu, alumni Raffles Institution (Angkatan ’78/’80), mendirikan SIS dengan visi menjadikan pendidikan berkualitas lebih mudah diakses dan terjangkau di seluruh Indonesia.
Sekolah SIS pertama didirikan di Jakarta pada tahun 1996, yang saat itu dikenal sebagai Singapore International School. Sekolah ini pertama kali dipimpin oleh S. Magendiran, yang saat ini menjabat sebagai Penasihat untuk Proyek Khusus dan Hubungan Alumni di Raffles Institution. Beliau ditugaskan ke SIS selama dua tahun. Selain itu, Eugene Wijeysingha, mantan Kepala Sekolah Raffles Institution, juga menjabat sebagai penasihat SIS setelah pensiun.
Saat ini, SIS telah berkembang menjadi jaringan sekolah internasional terkemuka dengan 15 lokasi di 11 kota dan 4 negara, yang berlandaskan pada prinsip kurikulum Singapura, kelas dunia, dan nilai-nilai antarbudaya.

Membangun Jembatan Pendidikan Lintas Negara
Kerja sama ini merupakan bukti hubungan kuat yang melampaui batas negara dan generasi. Kolaborasi ini tidak hanya memperdalam pemahaman siswa terhadap sejarah dan kehidupan modern Indonesia, tetapi juga membuka jalan untuk persahabatan lintas budaya dan pengalaman belajar bersama di masa depan.
Pelajari lebih lanjut tentang SIS melalui artikel-artikel kami berikutnya.