Mengapa Kami Menulis
Ditulis oleh Clea Princessa Justine
Secondary 2, SIS Palembang
WHY
MENGAPA KAMI MENULIS
Kita menulis karena diminta, beberapa menulis karena mereka hanya keinginan belaka. Hal ini adalah sebuah persyaratan bahwa siswa harus dapat menulis, karena ini salah satu keterampilan paling umum yang dimiliki seseorang. Namun, terkadang Anda melihat teman sekelas Anda mencoret-coret ide hanya karena mereka ingin, dan Anda bertanya-tanya mengapa seseorang melakukan aktivitas yang membuat stres dan menyebutnya sebagai hobi mereka.
Benar, tugas harian kita, pertanyaan berbasis esai, bagian non-fiksi, dan narasi dapat membuat kita gila, tetapi berikut adalah beberapa alasan mengapa kita harus menulis.
KONEKSI KE DIRI KITA
Menulis adalah jalan keluar di mana kita bisa membiarkan semua pikiran mengalir. Ini memungkinkan kita untuk melakukan percakapan kecil dengan diri kita sendiri di mana kita berdebat tentang masalah tertentu. Ini melatih pemahaman kita tentang diri kita sendiri, yang sangat penting, terutama dalam kehidupan kita saat ini sebagai praremaja, remaja, dan dimanapun di antaranya. Ini memberi kita gagasan yang lebih baik tentang karakter kita sendiri sehingga kita memiliki kendali yang lebih baik atas siapa kita, siapa kita sebagai pribadi. Anda tahu pepatah itu, di mana mereka mengatakan kita harus memahami diri kita sendiri untuk mencintai diri kita sendiri dan jujur, mampu mencintai diri kita sendiri adalah hal terbaik yang pernah kita minta.
MENULIS DALAM FANTASI
Terkadang saya suka menyebut fantasi sebagai bahasa, itu adalah kumpulan kata yang sangat berbeda. Ini memunculkan kalimat yang tidak pernah kita tahu ada dan karena itu melatih fantasi kita, sebagai pembaca dan penulis. Orang yang sering membaca biasanya memiliki skala imajinasi yang besar, meskipun itu tidak berarti mereka dapat menulis dengan cara yang sama seperti mereka selalu membaca. Itu tidak akan sebaik yang dikira, meskipun mereka tahu ratusan buku.
Menurut pendapat saya, cara terbaik untuk memastikan kita dapat membaca dan setidaknya memahaminya dalam struktur yang cukup untuk dapat menulis sesuatu di kelas yang sama adalah dengan memberi keterangan pada buku-buku kita. Beberapa orang memperlakukan buku mereka seperti emas dan terlalu takut untuk memberi titik pada halamannya, dan menurut saya itu tidak perlu. Ketika kita cukup berani untuk menulis pesan kita sendiri dari sudut pandang orang lain, kita mulai menghakimi. Keterampilan ini akan memungkinkan seseorang untuk menilai pekerjaan mereka sendiri dengan lebih baik dan memahaminya, mereka akan segera tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan secara tertulis. Itu sebabnya dalam ujian, mereka tidak hanya menguji kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menulis kita agar seimbang.