Tentang Menumbuhkan Rasa Kemasyarakatan
SIS Semarang, seperti sekolah cabang SIS lainnya, telah mendukung perkembangan peserta didik yang cerdas dan kompeten tetapi juga seseorang yang penuh kasih, perhatian, dan bertanggung jawab dengan rasa kebersamaan dan amal yang tulus. Oleh karena itu SIS serta peserta didik menyelenggarakan kegiatan yang bertumpu pada kegiatan amal dan jiwa sosial..selama tahun ajaran.
Kegiatan sosial dilakukan oleh siswa, dengan bimbingan para guru. Dengan sebagian besar kegiatan yang diadakan di sekolah, para siswa sendiri yang mengumpulkan uang dan menggalang dana, ”kata Kepala Guru SIS Semarang Lenard Murray.
“Selama ‘Fantastic Fridays,’ siswa datang dengan kostum yang sesuai dengan tema yang ditentukan, kami juga memiliki ‘Hat Day’, ‘Crazy Hair Day’, ‘Be a Teacher Day,’ dan banyak lagi,” kata Teacher Lenard. Peserta didik yang ingin berpartisipasi harus membayar Rp10.000 ke dana Student Relations Committee (SRC) dan dana amal lainnya yang terkumpul sepanjang tahun ajaran.

“Tanggal 3 Maret lalu kami mengadakan pameran bisnis tahunan. Dalam semangat kewirausahaan, setiap kelas membuat rencana penjualan dimana peserta didik mengalami untung dan rugi; membuat poin harga, markup, dan materi pemasaran untuk iklan atau promosi; dan penjualan. ”
SIS Semarang mengundang vendor dan sekolah lain untuk bergabung atau mencari mitra untuk bazar di mana para siswa dan sekolah membagi pendapatan. Sekitar 40 persen dari keuntungan ditambah Rp100.000 yang dibayarkan untuk sewa setiap stan masuk ke dana amal. 60 persen lainnya untuk dana SRC yang yang mendanai aktivitas OSIS . Mereka mengumpulkan dana untuk menggalang masyarakat sekitar agar paham akan pentingnya menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Pak Lenard menjelaskan, “Sejak sekolah dibuka pada tahun 2010, setiap tahun selama tujuh tahun terakhir, SIS Semarang telah mengadakan misi kesehatan dengan mengundang masyarakat yang kurang mampu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan gigi. Kami menyediakan dokter dan dokter gigi, dan anak-anak orang dewasa, serta orang tua datang untuk mendapatkan perawatan dan nasihat medis gratis. ” kegiatan tersebut mampu membantu rata-rata 100 orang setiap tahunnya.
Kegiatan ini merefleksikan lima nilai SIS dasar: integritas, rasa hormat, inovasi, ketekunan, dan kolaborasi.
Kepala Sekolah SIS Semarang mengatakan bahwa “anak-anak membutuhkan ketrampilan untuk menciptakan sebuah peluang bukan menunggu peluang.. Kami mendidik lulusan kami dengan baik tidak hanya secara akademis, tetapi kami membutuhkan semangat batin mereka untuk bersinar sehingga mereka akan menjadi penggerak dunia ini.”