12 Alasan mengapa Pembelajaran Berbasis Proyek Lebih Baik daripada Pembelajaran Tradisional
Ditulis oleh Lenard Murray
Executive Head of Schools

Jika kita mengajar siswa hari ini seperti yang kita ajarkan kemarin, kita merampok masa depan mereka.
– John Dewey, Teachers College, Universitas Columbia
Di SIS Semarang kami menggunakan Kurikulum Cambridge dari Sekolah Dasar kelas 3 sampai Sekolah MenengahAtas.
Beberapa minggu sebelumnya saya menulis tentang “Mengapa Cambridge?” dan menjelaskan bahwa Cambridge memiliki jalur terpandu yang memastikan perkembangan alami dari satu tahap pendidikan ke tahap lainnya. Cambridge adalah program terpercaya dan sangat menantang tetapi dianggap sebagai program berbasis penilaian.
Setelah melalui proses pertimbangan yang matang Kepala Sekolah dari semua sekolah SIS memutuskan untuk memasukan kurikulum Cambridge untuk menjadi lebih bagus lagi, dengan menjalin ‘pembelajaran berbasis proyek’.
Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam belajar dan setiap anak memiliki keunikan di dalamnya. Tugas kehidupan nyata atau tugas simulasi, memicu keingintahuan dan pertanyaan, serta memberikan kesempatan kepada pelajar untuk terhubung langsung dengan dunia nyata. Ini melibatkan semua indera dan memungkinkan siswa untuk menciptakan hasil yang bermakna, berguna dan bersama. Ini juga mengembangkan kemampuan anak untuk bekerja dengan teman sebayanya, membangun kerja tim dan keterampilan kelompok. Untuk mempersonalisasi pembelajaran lebih lanjut, hak ini membuat guru memilikikesempatan yang lebih baik untuk belajar tentang setiap anak dan berkomunikasi secara progresif berbagai masalah.
Setelah pelaksanaan satu tugas pembelajaran berbasis proyek setiap semester, kami dapat merekonstruksi sistem penilaian kami menjadi Ujian 40%, Tugas Semester 30% (proyek), 20% Tugas Kelas dan 10% Upaya dan Partisipasi. Hasilnya adalah penilaian seimbang yang dapat mengukur kemampuan penuh siswa dengan lebih baik. Harap dicatat bahwa siswa kami akan terus melakukan IDP (Proyek Interdisipliner) setiap tahun akademik juga. Proyek Interdisipliner adalah proyek di mana siswa harus menghubungkan lebih dari satu cabang pengetahuan dan menggabungkan disiplin ilmu ini ke dalam satu kegiatan, memahami bagaimana mereka berhubungan satu sama lain. Idan menciptakan pemikiran lintas mata pelajaran
Program yang seimbang dan sistem penilaian memastikan bahwa siswa dapat mengembangkan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah yang dibutuhkan dan dipersiapkan secara kompeten untuk ujian.
Untuk informasi lebih lanjut tentang pembelajaran proyek, silakan baca 12 Alasan Mengapa Pembelajaran Berbasis Proyek Lebih Baik Daripada Pembelajaran Kelas Tradisional
https://elearningindustry.com/project-based-learning-better-traditional-classroom